Halo, nama saya Agung. Berasal dari Denpasar, Bali. Blog ini adalah blog harian saya, dari curahan hati, dan beberapa tulisan untuk catatan pribadi

Menu & Search

Apple Vision Pro dan Facebook

August 11, 2023

Beberapa bulan lalu, apple merelease sebuah product disebut Apple Vision Pro. Ada beberapa alasan menurut saya mengapa Apple harus menciptakan product ini.

Pertama tentu berhubungan dengan growth, seperti yang sudah diketahui, penjualan handphone mungkin sudah mencapai titik yang sangat “satured”. Apple perlu menciptakan Question Mark (?) yang nantinya diharapkan menjadi cash cow ataupun star (BCG Matrix). Apple berusaha cukup serius untuk menciptakan peluang lain seperti Project Titan walaupun project ini belum tau apakah jalan atau tidak. Untuk perusahaan dengan kapasitas market mencapai 3T USD, growth tentu tidak bisa cuma mengandalkan perkembangan dari apple store atau service saja, apple perlu product revolusioner seperti iPhone untuk mendongkrak growth-nya.

Selain itu, keputusan apple untuk menciptakan Apple vision pro ini erat kaitannya dengan FB yang juga fokus di pengembangan product yang sama (Meta Quest Pro). Beberapa waktu lalu, mark zuckerberg sempat menyatakan bahwa Apple merupakan saingan mereka, saat apple merelease “don’t track” feature, membuat facebook mengerti jika mereka adalah second class citizen dalam bisnis. Mereka membutuhkan device agar productnya berjalan. Sedangkan mereka sendiri tidak memiliki hal tersebut.

Jika kita ingat, pada tahun 2012 – 2013, facebook santer dikabarkan akan menciptakan handphonenya sendiri. Ini sebetulnya adalah usaha facebook untuk menjadikan dirinya first class citizen dalam bisnis. Sayang pengembangan product ini tampaknya tidak berjalan dengan lancar. Lalu tahun 2014, langkah facebook untuk menciptakan device nya sendiri diarahkan ke VR dengan memakusisi occulus vr. Mark Zuckerberg mungkin percaya, device yang akan menggantikan Handphone kedepan adalah VR headset.

Beberapa tahun setelah mengakusisi Occulus, facebook kini berganti nama dengan nama Meta. Ada beberapa alasan mengapa facebook merubah nama nya, selain untuk memperbaiki nama yang sudah rusak karena banyak kasus privacy, perubahan ini juga ditujukan karena facebook ingin perusahaannya lebih berfokus ke pengembangan metaverse dan perangkatnya. Mark zuckerberg ingin menciptakan dunia lain dalam perangkatnya.

Sebagai perusahaan yang selalu menjadi first class citizen, Apple tentu merasa terusik dengan apa yang dilakukan olah Meta. Andai pengembangan metaverse dan VR device Meta berjalan lancar dan market merespon positif, bisa jadi product Apple malah menjadi obsolete, oleh karena itu Apple harus merelease Vision Pro, walaupun menurut beberapa pihak, Apple terlalu memaksa release dari Vision Pro ini.

Tapi expertise apple memang tidak bisa dipandang sebelah-mata. Dari awal release Apple Vision Pro, apple melakukan banyak sekali hal yang benar. misalnya dari kemampuan tracking mata pengganti pointer mouse, tracking jari sebagai pengganti click, menintegrasikan app store dalam device ini, dan vr yang tidak membuat pusing seperti vr lain. Tidak seperti Meta yang ingin memindahkan dunia kedalam VR, apple memiliki pendekatan berbeda terhadap productnya. Mereka tetap ingin productnya menjadi pendamping, bukan pengganti dunia.

Related article

Tentang Warisan

Warisan, sering kali menjadi sebuah momok dalam kehidupan banyak masyarakat…

Tiering Aset

Selama ini cara orang berpikir tentang investasi hampir selalu tentang…

Tentang Tanah

Tanpa disadari, portfolio saya sangat terkonsentrasi dan condong ke tanah.…

Discussion about this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Type your search keyword, and press enter to search