Tanpa disadari, portfolio saya sangat terkonsentrasi dan condong ke tanah. Dari semua aset yang saya miliki atas nama saya saat ini, saham nilainya tidak lebih dari 5%. instrument lain seperti Emas, atau Bitcoin (yang walaupun saya sudah ketahui dulu di tahun 2009), malah persentasenya jauh lebih kecil lagi dibanding tanah.
Terus mengapa Tanah? mengapa bukan aset lain?
Ada beberapa karakteristik tanah yang menurut saya menjadikannya aset investasi pilihan untuk saya pribadi, yaitu:
- Memiliki fungsi yang kita bisa atur sendiri. Dan kita memiliki kontrol penuh penggunaannya. Misalnya jika membeli lahan di desa, bisa diperuntukkan untuk kebun. Di kota bisa kita peruntukkan untuk perumahan, kost, atau property komersil lain. Atau lokasi lain, bisa dipergunakan untuk fungsi lainnya.
- Dari fungsi lain tersebut, tanah bisa menghasilkan income tambahan diluar dari kenaikan harga tanah tersebut. Bahkan jika cukup pengalaman dan lihai property, return 20-30% compounding per tahun adalah hal yang sangat memungkinkan.
- Aset ini bisa menjadi collateral yang mana itu akan memberikan leverage (atau pelontar) untuk bisnis lain yang kita miliki.
- Sangat mudah untuk dimengerti dibanding aset lain yang bergantung politik, keadaan sosial, atau bahkan market manipulation dari bandar.
- Sedikit checklist yang perlu diperhatikan. misalnya (kalau tanah di kota) lokasi strategis, tanah tidak banjir, sertifikat jelas dan tidak bermasalah. Cukup sekian checklist yang kita punya untuk conviction membeli. Selain itu karena kita melihat lokasinya langsung, mudah untuk decide kalau lahan itu bagus, atau tidak.
- Pengecekan jarang atau hampir tidak perlu dilakukan tapi harganya selalu meningkat, berbeda dengan saham yang harus selalu memperhatikan laporan keuangan tiap quartal yang buat saya pribadi, sangat susah untuk dilakukan berkala. Fakta nya beberapa lahan yang saya miliki, ada yang sudah lebih dari setahun tidak saya kunjungi, tapi nilainya naik terus. Jadi saya bisa fokus ke usaha real yang saya kerjakan tiap hari.
- Saya hidup di tempat dimana demand tertuju dari seluruh Indonesia, bahkan Dunia. seluruh dunia tau Canggu. Seluruh indonesia tau Denpasar.
Banyak karakteristik diatas tidak dimiliki oleh Emas, Bitcoin, atau Saham. Emas dan bitcoin hampir tidak memiliki fungsi lain selain sebagai store value. Ok lah emas mungkin bisa dibuat jadi perhiasan, tapi kalua kita mau jual lagi, kita perlu melebur itu, dan sudah tidak bisa lagi dijual seperti kondisi awal, dan harganya menjadi lebih murah.
Bagaimana dengan saham? hal yang saya sangat tidak suka pada saham adalah kontrol yang tidak ada disisi kita. Hampir semua kontrol ada di bandar atau pemilik emiten. Kontrol yang kita punya cuma jual, dan beli.
Dibalik hal positif yang saya sebutkan diatas, tentu tanah memiliki hal negatif juga. misalnya lebih susah diuangkan dibanding aset lain. Tapi untuk saat ini, tanah merupakan pilihan utama saya untuk investasi.
Discussion about this post